Seluk Beluk Pinjaman Online

Pada jaman modern serba internet ini  semuanya sudah bisa dilakukan dengan secara praktis, cepat dan mudah secara online, tak hanya belanja saja yang secara online, tapi meminjam uang untuk berbagai kebutuhan pun sekarang bisa juga dengan secara online, lewat p2p lending. 

 

Apa itu P2P Lending

Peer to Peer Lending atau yang disingkat menjadi P2P Lending, merupakan lembaga badan hukum  yang menyelenggarakan layanan jasa keuangan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, yang mempertemukan antara pihak pemberi pinjaman (investor) dengan pihak penerima pinjaman (borrower) dengan perjanjian pinjam meminjam yang melalui sistem elektronik dengan mempergunakan jaringan internet. Segala kegiatan P2P tersebut diatur oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan melalui Peraturan OJK (POJK). P2P ini adalah bentuk alternatif baru untuk investasi maupun untuk mendapatkan dana pinjaman. Industri peer to peer lending saat ini sedang tumbuh pesat di Indonesia, namun karena relatif masih baru, maka masih banyak yang belum memahami mengenai cara kerja peer to peer lending tersebut, terutama mengenai cara P2P memberi pinjaman online dan dengan segala persyaratannya dan lain sebagainya. Kebanyakan P2P akan menyediakan dan memberikan KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang prosesnya bisa sangat cepat dan mudah, dengan persyaratan yang ringan namun bunga yang cukup tinggi karena berisiko tinggi juga, nominal pinjaman secara KTA ini biasanya antara 2 juta Rupiah hingga 300 juta Rupiah.

 

Cara Pinjam Uang secara Online dengan Aman

Cara meminjam uang yang mudah secara online yang ditawarkan oleh berbagai P2P memang sangat menggiurkan, terutama bagi pihak-pihak yang sedang terdesak membutuhkan uang cash tunai dalam jangka waktu yang segera secepatnya, namun pemanfaatan kemajuan teknologi ini juga harus dilakukan dengan secara aman, supaya tidak akan menimbulkan masalah yang besar dan bisa berakibat fatal di kemudian hari. Berikut ini adalah tips aman meminjam uang secara online tersebut.

 

Pilih P2P yang Legal yang Sudah Terdaftar di dan Mendapat Ijin dari OJK

Terdapat banyak sekali lembaga p2p itu, baik itu yang legal dan sudah terdaftar serta sudah mendapat ijin dan diawasi oleh OJK maupun yang belum ataupun tidak. Demi keamanan dan kenyamanan maka pilihlah untuk meminjam dari p2p legal yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sebagai berikut, daftar P2P legal yang diawasi OJK, bisa juga dilihat  di website resmi OJK di OJK go id OJK akan selalu secara berkala mengupdate daftar lembaga p2p lending yang legal dan sudah terdaftar. Risiko jika meminjam dari sembarang lembaga fintech illegal itu antara lain adalah sebagai berikut.

 

Penipuan dan Merugikan

P2p lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK itu meski menjanjikan akan memberikan pinjaman dengan secepat kilat, bahkan ada yang hanya dalam jangka waktu 5 menit pinjaman sudah bisa cair, dan bahkan berupa pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang tidak mensyaratkan jaminan apapun, tanpa persyaratan administrasi yang berbelit, tidak perlu mengirimkan fotokopi slip gaji dan lain sebagainya, jadi cukup hanya dengan foto selfie bersama E KTP dan nomor telepon saja maka pinjaman sudah bisa cair, namun pada ujungnya nanti justru akan merugikan dan bisa berupa penipuan, karena akan ada hidden cost atau biaya besar yang tidak dijelaskan dengan secara transparan dan eksplisit di muka sejak awal, tingkat suku bunganya juga akan menjadi sangat tinggi dan mencekik leher, alamatnya tidak jelas, data tidak aman dan tidak terlindungi, karena memang p2p ilegal itu akan bisa dengan leluasa membuat aturannya sendiri, yang tujuannya memang untuk menipu dan menjerat peminjam sedemikian rupa sehingga bisa mengambil alih seluruh harta si peminjam dengan secara mudah dan secepat mungkin. Menipu orang yang sedang panik dan terdesak membutuhkan dana cair sesegera mungkin, dengan tawaran syarat pinjaman yang sangat menggiurkan namun akhirnya menjerat dan akan sangat merugikan. Cermati juga ketentuan mengenai kebijakan privacy data dan keamanan datanya.

 

Tingkat Bunga dan Biaya Tinggi 

Meminjam secara online itu pada awalnya memang menggiurkan, syaratnya mudah dan uang pinjamannya bisa dengan cepat cair masuk ke rekening dan bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan, namun tingkat suku bunganya dan biaya administrasi potongannya juga akan sangat tinggi, sedangkan pada p2p legal memang rate bunganya memang tinggi namun biasanya masih lebih rendah dari rate bunga pinjaman kartu kredit. 

 

Cara Penagihan yang Tidak Manusiawi

Karena illegal, maka p2p yang tidak terdaftar di OJK itu akan bertindak sesukanya, dan tidak akan mematuhi aturan-aturan dari OJK ataupun BI. Termasuk juga dalam hal penagihannya jika terjadi kredit macet, mereka tidak akan segan melakukan segala cara untuk menagihnya, yang pada ujungnya nanti akan sangat merugikan peminjam.

 

Pilih Suku Bunga Pinjaman yang Terendah

Setelah memilih p2p lending yang legal, berikutnya adalah utamakan untuk memilih pinjaman dengan suku bunga yang terendah, serendah mungkin. Jadi tidak asal mudah dan cepat, karena semakin ringan dan mudah persyaratannya maka akan semakin mahal atau semakin tinggi rate tingkat bunga pinjamannya. Jadi jika memang ada BPKB mobil, atau sertifikat rumah dan tanah, atau invoice tagihan atau lain sebagainya yang bisa menjadi jaminan atau agunan pinjaman, atau dengan mengikuti jaminan asuransi pinjaman yang akan bisa membuat rate bunga pinjaman menjadi lebih rendah maka sebaiknya pilihlah cara meminjam tersebut.

 

Pertimbangkan Besarnya Pinjaman dan Tenor Jangka Waktu Pinjam serta Penggunaan Pinjaman dengan Bijak

Pinjaman secara online ini berbunga tinggi, jadi ambil seperlunya saja, sesuai kemampuan dan kebutuhan yang benar-benar mendesak, dan juga pilih tenor jangka waktu pinjaman yang sesingkat mungkin agar bisa segera lunas.

Itulah seluk beluk pinjaman online.

Advertisements